Kualitas Udara Memburuk, ISPA di Kerinci Melonjak 511 Kasus, Ini Imbauan Dinkes!

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Explore News – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Jambi mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Kerinci. Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah, sementara kualitas udara di Kerinci pada Sabtu (12/9/2026) berada dalam kategori Tidak Sehat dengan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 158.

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci. Berdasarkan pemantauan melalui 21 Puskesmas, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kembali mengalami peningkatan dalam dua pekan terakhir.

Data Dinas Kesehatan Kerinci mencatat, kasus ISPA pada minggu ke-34 mencapai 470 kasus, kemudian meningkat menjadi 511 kasus pada minggu ke-35.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam periode enam minggu terakhir. Sebelumnya, kasus ISPA tercatat sebanyak 407 kasus pada minggu ke-30, meningkat menjadi 437 kasus pada minggu ke-31, kemudian 454 kasus pada minggu ke-32, dan sempat turun cukup signifikan menjadi 363 kasus pada minggu ke-33.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, H. Hermendizal, SKM., MM, mengatakan fluktuasi kasus ISPA terus dipantau seiring memburuknya kualitas udara.

“Jumlah kasus ISPA terpantau menurun, namun pada minggu ke-34 dan ke-35 ini mengalami peningkatan. Mengingat kualitas udara makin naik dengan ISPU 158 atau kategori tidak sehat, terutama bagi kelompok umur yang rentan,” ujar Hermendizal, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga :  Pergub Tinggal Aturan, BKBK Jambi Mangkrak, Desa Terlantar oleh Janji Al Haris

Menurutnya, paparan kabut asap tidak hanya berpotensi meningkatkan kasus ISPA, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan lainnya, salah satunya iritasi mata yang menyebabkan mata memerah dan terasa perih.

Meski demikian, Hermendizal menyebut sebagian besar kasus gangguan kesehatan yang berkaitan dengan dampak kabut asap masih dapat ditangani melalui pelayanan kesehatan rawat jalan di Puskesmas.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci selalu memantau secara mingguan kasus penyakit yang berpotensi menjadi wabah melalui aplikasi SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons), yang secara rutin dilaporkan oleh 21 Puskesmas lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Kerinci juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat.

Masyarakat yang terpaksa melakukan aktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan asap dan partikel pencemar udara.

“Kami tetap mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker ketika berada di luar ruangan. Namun, jika terjadi gejala mata perih dan sesak napas, segera cek kondisi kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat,” harap Hermendizal.

Baca Juga :  APBD-P 2026 Jadi Titik Terang Jalan Belui- Koto Lanang, Ini Total Anggarannya!

Tren Kasus ISPA Kerinci

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci menunjukkan kasus ISPA sepanjang tahun 2026 mengalami fluktuasi cukup tinggi.

Minggu ke-10 hingga ke-19:

Minggu 10: 356 kasus

Minggu 11: 145 kasus

Minggu 12: 193 kasus

Minggu 13: 452 kasus

Minggu 14: 425 kasus

Minggu 15: 325 kasus

Minggu 16: 395 kasus

Minggu 17: 341 kasus

Minggu 18: 419 kasus

Minggu 19: 296 kasus

Minggu ke-20 hingga ke-29:

Minggu 20: 410 kasus

Minggu 21: 254 kasus

Minggu 22: 300 kasus

Minggu 23: 404 kasus

Minggu 24: 366 kasus

Minggu 25: 462 kasus

Minggu 26: 375 kasus

Minggu 27: 433 kasus

Minggu 28: 317 kasus

Minggu 29: 369 kasus

Minggu ke-30 hingga ke-35:

Minggu 30: 407 kasus

Minggu 31: 437 kasus

Minggu 32: 454 kasus

Minggu 33: 363 kasus

Minggu 34: 470 kasus

Minggu 35: 511 kasus

Dengan kondisi kualitas udara yang berada pada kategori Tidak Sehat, masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta mereka yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan, diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan.

Follow WhatsApp Channel suaraeja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi, Edi Purwanto Perjuangkan Jalur Evakuasi Gunung Kerinci
APBD-P 2026 Jadi Titik Terang Jalan Belui- Koto Lanang, Ini Total Anggarannya!
Gubernur Siap Bantu, Dinkes Kerinci Jemput Bola Ajukan Kebutuhan RSUD 
Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Pemkab Kerinci dan PT KMH Bersinergi
Jalan Belui-Koto Lanang Jadi Prioritas, Pengerjaan Ditargetkan Akhir Oktober
Siapa di Balik Jaringan Rokok Ilegal Kerinci-Sungai Penuh?
Antisipasi Bahaya Kabut Asap, Pemdes Baru Semerah Bagikan Masker Gratis
Kabut Pekat dan Mata Perih, BMKG Jangan Tutupi Dugaan Asap Karhutla!
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:36 WIB

Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi, Edi Purwanto Perjuangkan Jalur Evakuasi Gunung Kerinci

Selasa, 15 September 2026 - 12:45 WIB

APBD-P 2026 Jadi Titik Terang Jalan Belui- Koto Lanang, Ini Total Anggarannya!

Selasa, 15 September 2026 - 12:32 WIB

Gubernur Siap Bantu, Dinkes Kerinci Jemput Bola Ajukan Kebutuhan RSUD 

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27 WIB

Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Pemkab Kerinci dan PT KMH Bersinergi

Sabtu, 12 September 2026 - 14:50 WIB

Kualitas Udara Memburuk, ISPA di Kerinci Melonjak 511 Kasus, Ini Imbauan Dinkes!

Berita Terbaru