Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi, Edi Purwanto Perjuangkan Jalur Evakuasi Gunung Kerinci

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Explore News – Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana secara terpadu guna melindungi masyarakat dari berbagai risiko bencana, termasuk ancaman erupsi gunung berapi.

Edi menegaskan, seluruh kebijakan penanggulangan bencana harus menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Menurutnya, kepentingan keselamatan rakyat tidak boleh dikalahkan oleh persoalan administratif maupun kepentingan lainnya.

“Urusan dengan keselamatan rakyat kan hukum tertinggi dalam sebuah negara, salus populi suprema lex esto,” kata Edi.

Hal tersebut disampaikan Edi di hadapan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan serta Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani.

Dalam kesempatan tersebut, Edi membeberkan sejumlah poin strategis yang dinilai penting untuk memperkuat mitigasi bencana gunung berapi di Indonesia.

Salah satunya menyangkut sistem pemantauan gunung berapi serta mekanisme penyampaian informasi kebencanaan kepada masyarakat. Edi meminta agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar cepat, akurat dan mudah dipahami.

“Bagaimana kaitan dengan pemantauan gunung berapi sekaligus informasi yang disampaikan kepada rakyat, itu betul-betul harus tepat, cepat, akurat, dan mudah dipahami,” ujarnya.

Persoalan mitigasi tersebut juga menjadi perhatian serius dalam menghadapi potensi erupsi Gunung Kerinci yang berada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Baca Juga :  Jalan Belui-Koto Lanang Jadi Prioritas, Pengerjaan Ditargetkan Akhir Oktober

Salah satu kendala yang selama ini menjadi perhatian adalah persoalan jalur evakuasi masyarakat. Sejumlah wilayah yang dinilai strategis untuk dijadikan jalur evakuasi berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan kawasan yang berkaitan dengan status UNESCO, sehingga pembukaan maupun pembangunan akses tersebut menghadapi berbagai ketentuan dan perizinan.

Kondisi tersebut dinilai perlu dicarikan solusi bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak terkait. Sebab, dalam situasi bencana, keberadaan jalur evakuasi menjadi salah satu infrastruktur vital untuk mempercepat penyelamatan masyarakat.

Dengan suara yang tersendat saat menyampaikan persoalan tersebut, Edi menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama.

Menurutnya, persoalan kawasan, regulasi dan perizinan memang harus tetap diperhatikan, namun negara juga harus mampu menghadirkan solusi ketika kepentingannya menyangkut keselamatan jiwa masyarakat.

“Keselamatan itu lebih penting. Harapan kami, semoga negara bisa menindaklanjuti permohonan kami agar bantuan dan izin untuk membuka jalan evakuasi bisa diberikan sehingga pembangunan jalur evakuasi dapat segera diwujudkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kerinci, Edison, Selasa (15/9/2026), menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perjuangan Edi Purwanto yang telah membawa persoalan mitigasi bencana, khususnya kebutuhan jalur evakuasi Gunung Kerinci, ke tingkat pemerintah pusat.

Baca Juga :  From Farm to Table: The Journey of Food and its Impact on Our Health and the Environmen

Menurut Edison, pembangunan jalur evakuasi merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana Gunung Kerinci.

Ia berharap perhatian dan perjuangan tersebut dapat menghasilkan solusi konkret, sehingga masyarakat Kerinci tidak hanya mendapatkan peringatan dini ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung api, tetapi juga memiliki akses evakuasi yang memadai apabila kondisi darurat benar-benar terjadi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perjuangan Pak Edi Purwanto. Persoalan jalur evakuasi ini menyangkut keselamatan masyarakat Kerinci. Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan solusi dan membantu membuka akses yang selama ini terkendala kawasan dan perizinan,” ujar Edison.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat diperlukan agar persoalan jalur evakuasi Gunung Kerinci tidak terus berlarut-larut.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat memiliki jalur penyelamatan yang aman ketika terjadi kondisi darurat. Jangan sampai ketika bencana terjadi, kita baru mencari solusi,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel suaraeja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBD-P 2026 Jadi Titik Terang Jalan Belui- Koto Lanang, Ini Total Anggarannya!
Gubernur Siap Bantu, Dinkes Kerinci Jemput Bola Ajukan Kebutuhan RSUD 
Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Pemkab Kerinci dan PT KMH Bersinergi
Kualitas Udara Memburuk, ISPA di Kerinci Melonjak 511 Kasus, Ini Imbauan Dinkes!
Jalan Belui-Koto Lanang Jadi Prioritas, Pengerjaan Ditargetkan Akhir Oktober
Siapa di Balik Jaringan Rokok Ilegal Kerinci-Sungai Penuh?
Antisipasi Bahaya Kabut Asap, Pemdes Baru Semerah Bagikan Masker Gratis
Kabut Pekat dan Mata Perih, BMKG Jangan Tutupi Dugaan Asap Karhutla!
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:36 WIB

Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi, Edi Purwanto Perjuangkan Jalur Evakuasi Gunung Kerinci

Selasa, 15 September 2026 - 12:45 WIB

APBD-P 2026 Jadi Titik Terang Jalan Belui- Koto Lanang, Ini Total Anggarannya!

Selasa, 15 September 2026 - 12:32 WIB

Gubernur Siap Bantu, Dinkes Kerinci Jemput Bola Ajukan Kebutuhan RSUD 

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27 WIB

Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Pemkab Kerinci dan PT KMH Bersinergi

Sabtu, 12 September 2026 - 14:50 WIB

Kualitas Udara Memburuk, ISPA di Kerinci Melonjak 511 Kasus, Ini Imbauan Dinkes!

Berita Terbaru