Belasan Dapur MBG, Tiga Yayasan, Satu Kendali? Dugaan Monopoli Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Explore news – Pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kerinci mulai menuai sorotan. Sejumlah pihak mempertanyakan keberadaan tiga yayasan yang diduga memiliki keterkaitan satu sama lain namun menguasai belasan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan yayasan-yayasan tersebut diduga dikendalikan oleh pihak yang masih memiliki hubungan keluarga. Skema ini diduga digunakan agar pengelolaan dapur tetap memenuhi batas maksimal yang diatur dalam petunjuk teknis, meskipun secara praktik disebut-sebut berada dalam satu lingkaran kendali.

“Diduga ada tiga yayasan yang dibentuk untuk mengelola banyak dapur SPPG. Ini yang perlu ditelusuri, apakah hanya formalitas administrasi atau memang berdiri dan berjalan secara independen,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga :  Dugaan Keterlibatan Oknum Dekat Istana, Yayasan Kuasai Belasan Dapur MBG Kerinci

Sorotan semakin menguat karena muncul dugaan adanya kedekatan sejumlah pengelola yayasan dengan tokoh berpengaruh di tingkat pusat (Mensesneg).

Saat dikonfirmasi, seorang pria berinisial D yang namanya disebut dalam informasi yang beredar membantah seluruh tuduhan.

“Tak benar itu, Bang. Banyak yayasan di Kerinci. Aku juga tidak kenal,” katanya.

Sementara itu, Ario (adik dari D) yang mengaku mengelola Yayasan Karya Kita Peduli Kerinci membenarkan dirinya memiliki yayasan yang bergerak dalam program tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya menjalankan kegiatan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.

Baca Juga :  Heboh Jual Beli Titik, Satu Yayasan di Kerinci Diduga Kuasai Lebih dari 10 Dapur MBG

“Kami ikut juknis. Satu yayasan maksimal mengelola 10 dapur,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai dugaan yayasan mengerjakan sendiri pekerjaan yang semestinya dijalankan mitra, Ario berdalih.

“Yang mengelola mitra, bukan yayasan,” dalihnya.

Meski demikian, sejumlah pertanyaan masih menunggu jawaban. Siapa pemilik sebenarnya dari ketiga yayasan tersebut? Apakah terdapat hubungan keluarga atau kepentingan yang sama di balik pengelolaannya? Bagaimana proses penunjukan mitra dan pengawasan penggunaan anggaran dilakukan?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai dugaan keterkaitan antar yayasan maupun mekanisme pengawasan pengelolaan dapur MBG di Kabupaten Kerinci. Investigasi akan terus berlanjut. (Red).

Follow WhatsApp Channel suaraeja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi, Edi Purwanto Perjuangkan Jalur Evakuasi Gunung Kerinci
APBD-P 2026 Jadi Titik Terang Jalan Belui- Koto Lanang, Ini Total Anggarannya!
Gubernur Siap Bantu, Dinkes Kerinci Jemput Bola Ajukan Kebutuhan RSUD 
Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Pemkab Kerinci dan PT KMH Bersinergi
Kualitas Udara Memburuk, ISPA di Kerinci Melonjak 511 Kasus, Ini Imbauan Dinkes!
Jalan Belui-Koto Lanang Jadi Prioritas, Pengerjaan Ditargetkan Akhir Oktober
Siapa di Balik Jaringan Rokok Ilegal Kerinci-Sungai Penuh?
Antisipasi Bahaya Kabut Asap, Pemdes Baru Semerah Bagikan Masker Gratis
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:36 WIB

Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi, Edi Purwanto Perjuangkan Jalur Evakuasi Gunung Kerinci

Selasa, 15 September 2026 - 12:45 WIB

APBD-P 2026 Jadi Titik Terang Jalan Belui- Koto Lanang, Ini Total Anggarannya!

Selasa, 15 September 2026 - 12:32 WIB

Gubernur Siap Bantu, Dinkes Kerinci Jemput Bola Ajukan Kebutuhan RSUD 

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27 WIB

Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Pemkab Kerinci dan PT KMH Bersinergi

Sabtu, 12 September 2026 - 14:50 WIB

Kualitas Udara Memburuk, ISPA di Kerinci Melonjak 511 Kasus, Ini Imbauan Dinkes!

Berita Terbaru