Kabut Pekat dan Mata Perih, BMKG Jangan Tutupi Dugaan Asap Karhutla!

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Explore News – Kabut yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali menjadi perhatian masyarakat. Kondisi udara yang terlihat cukup pekat dan menimbulkan pandangan kabur membuat warga mempertanyakan penyebab sebenarnya.

Sebelumnya, kondisi tersebut disebut sebagai kabut yang berkaitan dengan uap air dan kelembapan. Namun, warga di lapangan menilai kondisi yang terlihat kini lebih menyerupai asap, sehingga muncul dugaan adanya campuran asap dari aktivitas pembakaran lahan.

Pertanyaan masyarakat sederhana: apakah kabut tersebut benar-benar hanya fenomena cuaca, atau sudah bercampur dengan asap akibat kebakaran hutan dan lahan?

Keraguan warga semakin menguat karena saat ini Provinsi Jambi memasuki periode musim kemarau, sementara potensi maupun aktivitas karhutla masih menjadi perhatian. Bahkan, dalam prakiraan cuaca BMKG terdapat penggunaan istilah “Kabut/Asap” untuk sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Polemik Panjang PT WIKA, Dugaan Pelanggaran Teknis dan Keuangan Muncul

Masyarakat pun meminta pemerintah daerah dan instansi terkait tidak hanya mengandalkan pengamatan visual, tetapi melakukan pemeriksaan kualitas udara serta memastikan sumber kabut secara langsung.

Pasalnya, sejumlah warga mengaku merasakan kondisi udara yang berbeda, termasuk mata terasa perih ketika berkendara. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapatkan penjelasan berdasarkan data, bukan sekadar asumsi.

Sementara itu, pihak BMKG melalui Kurnia saat dikonfirmasi Jumat (14/8/2026) menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan Stasiun Meteorologi Depati Parbo, jarak pandang saat ini berada di sekitar 6.000 meter, dengan kelembapan udara 59 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut masih dikategorikan sebagai haze atau pandangan kabur, dan belum dapat disebut sebagai kabut asap.

Baca Juga :  Jemput Bola Perekaman e-KTP, Camat DKB Dampingi Dukcapil Layani Pasien ODGJ

“Belum kabut asap, masih campuran uap air, sepertinya ada potensi hujan,” ujar Kurnia.

Namun, ketika dikonfirmasi lebih lanjut mengenai keluhan warga yang mengaku mengalami mata terasa perih saat berkendara, hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak BMKG.

Masyarakat berharap persoalan ini dapat dijelaskan secara terbuka berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara dan data lapangan. Jika memang hanya kabut akibat kondisi meteorologis, masyarakat tentu membutuhkan penjelasan yang meyakinkan.

Sebaliknya, jika terdapat kandungan asap akibat pembakaran lahan atau karhutla, masyarakat meminta pemerintah segera mengambil langkah pencegahan dan penanganan.

Jangan sampai warga hanya diminta percaya bahwa itu kabut biasa, sementara kondisi udara di lapangan belum diperiksa secara menyeluruh.

Follow WhatsApp Channel suaraeja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi, Edi Purwanto Perjuangkan Jalur Evakuasi Gunung Kerinci
APBD-P 2026 Jadi Titik Terang Jalan Belui- Koto Lanang, Ini Total Anggarannya!
Gubernur Siap Bantu, Dinkes Kerinci Jemput Bola Ajukan Kebutuhan RSUD 
Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Pemkab Kerinci dan PT KMH Bersinergi
Kualitas Udara Memburuk, ISPA di Kerinci Melonjak 511 Kasus, Ini Imbauan Dinkes!
Jalan Belui-Koto Lanang Jadi Prioritas, Pengerjaan Ditargetkan Akhir Oktober
Siapa di Balik Jaringan Rokok Ilegal Kerinci-Sungai Penuh?
Antisipasi Bahaya Kabut Asap, Pemdes Baru Semerah Bagikan Masker Gratis
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:36 WIB

Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi, Edi Purwanto Perjuangkan Jalur Evakuasi Gunung Kerinci

Selasa, 15 September 2026 - 12:45 WIB

APBD-P 2026 Jadi Titik Terang Jalan Belui- Koto Lanang, Ini Total Anggarannya!

Selasa, 15 September 2026 - 12:32 WIB

Gubernur Siap Bantu, Dinkes Kerinci Jemput Bola Ajukan Kebutuhan RSUD 

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27 WIB

Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Pemkab Kerinci dan PT KMH Bersinergi

Sabtu, 12 September 2026 - 14:50 WIB

Kualitas Udara Memburuk, ISPA di Kerinci Melonjak 511 Kasus, Ini Imbauan Dinkes!

Berita Terbaru