BMKG Dinilai Asal Bicara, Warga Kerinci dan Sungai Penuh Minta Penjelasan Kabut Asap 

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Explore News – Kabut yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali menjadi perhatian masyarakat.

Jika sebelumnya kondisi tersebut disebut BMKG sebagai kabut uap air, kondisi yang terlihat di lapangan kini mulai dipertanyakan warga.

Pasalnya, secara kasatmata kabut tampak seperti asap, sementara masyarakat menduga adanya aktivitas pembakaran lahan di sejumlah wilayah.

Pertanyaan pun muncul: apakah kondisi udara yang dirasakan masyarakat benar-benar hanya kabut akibat kelembapan, atau sudah bercampur dengan asap hasil pembakaran?

Baca Juga :  Kontroversi Proyek PT WIKA Belum Usai, Dari Lapangan hingga Internal Perusahaan

Keraguan masyarakat semakin beralasan karena Provinsi Jambi saat ini memasuki periode puncak musim kemarau, sementara aktivitas kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah. BMKG sendiri dalam prakiraan cuacanya mencantumkan kondisi “Kabut/Asap” untuk sejumlah wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan pengecekan langsung kualitas udara dan sumber munculnya kabut tersebut.

Baca Juga :  Antisipasi Bahaya Kabut Asap, Pemdes Baru Semerah Bagikan Masker Gratis

Jika memang asap pembakaran, masyarakat tentu membutuhkan informasi yang terbuka dan tindakan cepat. Jangan sampai kondisi udara yang berpotensi mengganggu kesehatan dianggap sekadar kabut biasa tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Pihak BMKG saat dikonfirmasi Jum’at (14/8/2026), melalui pesan singkat WhatsApp belum ada komentar.

Follow WhatsApp Channel suaraeja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi, Edi Purwanto Perjuangkan Jalur Evakuasi Gunung Kerinci
APBD-P 2026 Jadi Titik Terang Jalan Belui- Koto Lanang, Ini Total Anggarannya!
Gubernur Siap Bantu, Dinkes Kerinci Jemput Bola Ajukan Kebutuhan RSUD 
Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Pemkab Kerinci dan PT KMH Bersinergi
Kualitas Udara Memburuk, ISPA di Kerinci Melonjak 511 Kasus, Ini Imbauan Dinkes!
Jalan Belui-Koto Lanang Jadi Prioritas, Pengerjaan Ditargetkan Akhir Oktober
Siapa di Balik Jaringan Rokok Ilegal Kerinci-Sungai Penuh?
Antisipasi Bahaya Kabut Asap, Pemdes Baru Semerah Bagikan Masker Gratis
Berita ini 58 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:36 WIB

Keselamatan Rakyat Hukum Tertinggi, Edi Purwanto Perjuangkan Jalur Evakuasi Gunung Kerinci

Selasa, 15 September 2026 - 12:45 WIB

APBD-P 2026 Jadi Titik Terang Jalan Belui- Koto Lanang, Ini Total Anggarannya!

Selasa, 15 September 2026 - 12:32 WIB

Gubernur Siap Bantu, Dinkes Kerinci Jemput Bola Ajukan Kebutuhan RSUD 

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27 WIB

Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Pemkab Kerinci dan PT KMH Bersinergi

Sabtu, 12 September 2026 - 14:50 WIB

Kualitas Udara Memburuk, ISPA di Kerinci Melonjak 511 Kasus, Ini Imbauan Dinkes!

Berita Terbaru