Explore News – Kabut yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali menjadi perhatian masyarakat.
Jika sebelumnya kondisi tersebut disebut BMKG sebagai kabut uap air, kondisi yang terlihat di lapangan kini mulai dipertanyakan warga.
Pasalnya, secara kasatmata kabut tampak seperti asap, sementara masyarakat menduga adanya aktivitas pembakaran lahan di sejumlah wilayah.
Pertanyaan pun muncul: apakah kondisi udara yang dirasakan masyarakat benar-benar hanya kabut akibat kelembapan, atau sudah bercampur dengan asap hasil pembakaran?
Keraguan masyarakat semakin beralasan karena Provinsi Jambi saat ini memasuki periode puncak musim kemarau, sementara aktivitas kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah. BMKG sendiri dalam prakiraan cuacanya mencantumkan kondisi “Kabut/Asap” untuk sejumlah wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan pengecekan langsung kualitas udara dan sumber munculnya kabut tersebut.
Jika memang asap pembakaran, masyarakat tentu membutuhkan informasi yang terbuka dan tindakan cepat. Jangan sampai kondisi udara yang berpotensi mengganggu kesehatan dianggap sekadar kabut biasa tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, Pihak BMKG saat dikonfirmasi Jum’at (14/8/2026), melalui pesan singkat WhatsApp belum ada komentar.








