Explore news – Pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kerinci mulai menuai sorotan. Sejumlah pihak mempertanyakan keberadaan tiga yayasan yang diduga memiliki keterkaitan satu sama lain namun menguasai belasan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan yayasan-yayasan tersebut diduga dikendalikan oleh pihak yang masih memiliki hubungan keluarga. Skema ini diduga digunakan agar pengelolaan dapur tetap memenuhi batas maksimal yang diatur dalam petunjuk teknis, meskipun secara praktik disebut-sebut berada dalam satu lingkaran kendali.
“Diduga ada tiga yayasan yang dibentuk untuk mengelola banyak dapur SPPG. Ini yang perlu ditelusuri, apakah hanya formalitas administrasi atau memang berdiri dan berjalan secara independen,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sorotan semakin menguat karena muncul dugaan adanya kedekatan sejumlah pengelola yayasan dengan tokoh berpengaruh di tingkat pusat (Mensesneg).
Saat dikonfirmasi, seorang pria berinisial D yang namanya disebut dalam informasi yang beredar membantah seluruh tuduhan.
“Tak benar itu, Bang. Banyak yayasan di Kerinci. Aku juga tidak kenal,” katanya.
Sementara itu, Ario (adik dari D) yang mengaku mengelola Yayasan Karya Kita Peduli Kerinci membenarkan dirinya memiliki yayasan yang bergerak dalam program tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya menjalankan kegiatan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
“Kami ikut juknis. Satu yayasan maksimal mengelola 10 dapur,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai dugaan yayasan mengerjakan sendiri pekerjaan yang semestinya dijalankan mitra, Ario berdalih.
“Yang mengelola mitra, bukan yayasan,” dalihnya.
Meski demikian, sejumlah pertanyaan masih menunggu jawaban. Siapa pemilik sebenarnya dari ketiga yayasan tersebut? Apakah terdapat hubungan keluarga atau kepentingan yang sama di balik pengelolaannya? Bagaimana proses penunjukan mitra dan pengawasan penggunaan anggaran dilakukan?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai dugaan keterkaitan antar yayasan maupun mekanisme pengawasan pengelolaan dapur MBG di Kabupaten Kerinci. Investigasi akan terus berlanjut. (Red).








