Kontroversi Proyek PT WIKA Belum Usai, Dari Lapangan hingga Internal Perusahaan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI – Proyek normalisasi sungai yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau PT WIKA di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh sepanjang tahun 2025 menyisakan kisah panjang penuh polemik.

Sejak awal pelaksanaan, proyek yang digadang-gadang menjadi solusi penanganan banjir dan pengendalian aliran sungai itu terus mendapat sorotan masyarakat. Mulai dari proses pekerjaan di lapangan, kualitas hasil pengerjaan, hingga dugaan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk operasional alat berat.

Pada saat pekerjaan berlangsung, aktivitas excavator di sejumlah titik normalisasi sungai sempat menjadi perhatian warga. Sejumlah alat berat disebut beroperasi tanpa menggunakan tangki BBM industri sebagaimana standar proyek besar pada umumnya.

Tak hanya itu, pengisian bahan bakar ke alat berat diduga menggunakan jerigen, sehingga memunculkan dugaan kuat penggunaan BBM subsidi untuk kepentingan operasional proyek.

Baca Juga :  From Farm to Table: The Journey of Food and its Impact on Our Health and the Environmen

Kondisi tersebut memantik kritik publik karena BBM subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kecil, nelayan, petani, dan sektor tertentu yang telah diatur pemerintah.

Sorotan terhadap proyek PT WIKA tidak berhenti pada persoalan BBM. Masyarakat juga mempertanyakan kualitas pekerjaan normalisasi sungai yang dilakukan pada sejumlah titik di Kerinci dan Sungai Penuh.

Beberapa warga menilai hasil pekerjaan di lapangan belum memberikan dampak signifikan terhadap penanganan sedimentasi maupun pengurangan risiko banjir di wilayah sekitar aliran sungai.

Bahkan hingga memasuki tahun 2026, publik menilai belum terlihat adanya pemeriksaan fisik secara menyeluruh terhadap hasil pekerjaan proyek yang dilaksanakan selama tahun 2025 tersebut.

Situasi itu memunculkan pertanyaan terkait fungsi pengawasan dari instansi teknis maupun pihak berwenang terhadap proyek bernilai besar yang menggunakan anggaran negara.

Baca Juga :  Wabup Murison: Jambore Pramuka Membentuk Karakter Generasi Muda

“Proyek ini sejak awal memang banyak dipertanyakan masyarakat. Mulai dari pelaksanaan sampai hasil pekerjaannya,” ujar salah seorang warga Kerinci.

Masyarakat berharap pihak terkait melakukan audit terbuka terhadap pekerjaan normalisasi sungai yang telah dikerjakan PT WIKA, termasuk menelusuri dugaan penggunaan BBM subsidi di lapangan.

Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat serta memastikan seluruh pekerjaan proyek berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku.

Hingga kini, Sabtu (16/5/2026), pihak PT WIKA belum memberikan penjelasan resmi terkait permasalahan permasalahan yang dihadapi hingga proyek normalisasi sungai di Kerinci dan Sungai Penuh sepanjang tahun 2025 tersebut.

Follow WhatsApp Channel suaraeja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Panjang PT WIKA, Dugaan Pelanggaran Teknis dan Keuangan Muncul
Desa Membangun atau Desa Dibangun? Refleksi Good Governance dalam Pengelolaan DD
Maya Novefri Resmi Jabat Plt Direktur Tirta Sakti, Ini Dasar Hukum Penunjukannya
Wabup Murison: Jambore Pramuka Membentuk Karakter Generasi Muda
Jambore Pramuka Kwarcab Kerinci Dibuka, Ini Pesan Bupati Monadi!
Berjuang untuk Petani, Pemkab Kerinci Teken MOU Cetak Sawah
Cegah Stunting Sejak Dini, Camat DKB dan Puskesmas Semerap Turun Langsung
Hadir untuk Warganya, Monadi Serahkan Alat Bantu Disabilitas dan Lansia
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 15:47 WIB

Polemik Panjang PT WIKA, Dugaan Pelanggaran Teknis dan Keuangan Muncul

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:39 WIB

Desa Membangun atau Desa Dibangun? Refleksi Good Governance dalam Pengelolaan DD

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:27 WIB

Kontroversi Proyek PT WIKA Belum Usai, Dari Lapangan hingga Internal Perusahaan

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:49 WIB

Maya Novefri Resmi Jabat Plt Direktur Tirta Sakti, Ini Dasar Hukum Penunjukannya

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:23 WIB

Wabup Murison: Jambore Pramuka Membentuk Karakter Generasi Muda

Berita Terbaru