Pergub Tinggal Aturan, BKBK Jambi Mangkrak, Desa Terlantar oleh Janji Al Haris

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Penyaluran Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) Pemerintah Provinsi Jambi kembali menuai sorotan. Program yang seharusnya menjadi penopang pembangunan Desa Desa yang ada di kabupaten dan kota itu justru menyisakan persoalan serius sejak Tahun Anggaran 2024 hingga 2025.

Sejumlah daerah mengeluhkan pencairan dana BKBK yang tidak dilakukan secara penuh pada tahun berjalan. Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap pelaksanaan pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga gaji para kader kader Desa.

Pada Tahun Anggaran 2024, dana BKBK disebut hanya dibayarkan sekitar 30 persen. Sementara sisanya baru direalisasikan pada tahun berikutnya, yakni 2025. Pola pencairan seperti ini dinilai menyalahi semangat penganggaran karena Desa harus menunggu lama untuk memperoleh hak anggaran yang telah dijanjikan.

Baca Juga :  From Farm to Table: The Journey of Food and its Impact on Our Health and the Environmen

Ironisnya, kondisi serupa kembali terjadi pada Tahun Anggaran 2025. Informasi yang berkembang menyebutkan dana BKBK kembali tidak dibayarkan secara penuh dan baru direalisasikan sekitar 60 persen. Hingga kini, sisa pembayaran masih menjadi tanda tanya besar bagi pemerintah Desa penerima.

Situasi tersebut memunculkan kritik terhadap kepemimpinan Gubernur Jambi, Al Haris. Penyaluran BKBK diduga tidak berjalan sesuai ketentuan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur mekanisme pencairan bantuan keuangan khusus tersebut.

Dalam aturan yang berlaku, dana BKBK seharusnya dicairkan 100 persen pada tahun anggaran berjalan agar program pembangunan Desa tidak terganggu. Namun fakta di lapangan menunjukkan pencairan dilakukan bertahap dan bahkan tertunda hingga memasuki tahun berikutnya.

Akibat keterlambatan itu, sejumlah Desa disebut mengalami hambatan pembangunan dan pembayaran Gaji kader Desa.

Baca Juga :  KAI Hadirkan Kembali Sensasi Naik Kereta Api Tempo Dulu, Ada Pedagang Asongan

“Desa sudah memasukkan program dalam musdes berdasarkan janji bantuan provinsi. Tapi realisasinya justru tidak penuh. Ini tentu menyulitkan Desa,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, Senin (11/5/2026).

Memasuki pertengahan tahun 2026, sisa dana BKBK sebesar 40 persen untuk Tahun Anggaran 2025 dikabarkan belum juga memiliki kepastian pencairan. Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai komitmen Pemerintah Provinsi Jambi terhadap janji penyaluran bantuan keuangan kepada Desa Desa.

Masyarakat Desa kini menunggu penjelasan resmi dari Pemerintah Provinsi Jambi terkait alasan keterlambatan pembayaran Dana BKBK serta kepastian pencairan sisa anggaran yang hingga kini belum terealisasi. (Ade)

Follow WhatsApp Channel suaraeja.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Keterlibatan Oknum Dekat Istana, Yayasan Kuasai Belasan Dapur MBG Kerinci
Belasan Dapur MBG, Tiga Yayasan, Satu Kendali? Dugaan Monopoli Menguat
Layanan Cepat, Ada Dugaan Pungli di Tubuh Imigrasi Kerinci
Dukung Penuh Program Cetak Sawah, Kerinci Siap Jadi Lumbung Pangan
Heboh Jual Beli Titik, Satu Yayasan di Kerinci Diduga Kuasai Lebih dari 10 Dapur MBG
Bangun Demokrasi Berkualitas, Kesbangpol Kerinci-Bawaslu Teken MoU
Porsi Mini Dapur SPPG MBG Diduga Milik Oknum Dewan Kerinci
Figur Teladan Itu Telah Pergi, Kebaikan dan Pengabdiannya Tak Akan Terlupakan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:54 WIB

Dugaan Keterlibatan Oknum Dekat Istana, Yayasan Kuasai Belasan Dapur MBG Kerinci

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:06 WIB

Belasan Dapur MBG, Tiga Yayasan, Satu Kendali? Dugaan Monopoli Menguat

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:55 WIB

Layanan Cepat, Ada Dugaan Pungli di Tubuh Imigrasi Kerinci

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:42 WIB

Dukung Penuh Program Cetak Sawah, Kerinci Siap Jadi Lumbung Pangan

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:40 WIB

Heboh Jual Beli Titik, Satu Yayasan di Kerinci Diduga Kuasai Lebih dari 10 Dapur MBG

Berita Terbaru

Daerah

Layanan Cepat, Ada Dugaan Pungli di Tubuh Imigrasi Kerinci

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:55 WIB